Tugas Materi Softskill Bulan 1

Rabu, 12 Maret 2014



1.Conditional Sentences
Exercise 21 Page 97-98

1.    Has understood
2.    Been negative
3.    Will give
4.   Would have told
5.    Wouldn't be
6.   had
7.   Stopped
8.   needed
9.   Would have found
10. Enjoyed
11. Painting
12. Were
13. Can write
14. Had permitted
15. Had spent
16. Will accept
Share

NOVEL "BREAKERS" : CHAPTER SIX

Sabtu, 18 Januari 2014

Tak kusangka
Jean yang berkepribadian baik dan sopan itu,
ternyata harus memikul beban yang berat sebagai keturunan raja bangsa ini.
Ambisi seperti apakah yang ada pada dirimu Jean?

Chapter 6 : Special Friends
 
Upacara peringatan tahun ini sungguh berbeda dan sangat mengesankan. Kehadiran Jean melecut dan memacu semangat kami yang berperan sebagai penerus bangsa ini. Kami serasa menjadi tumpuan masa depan kerajaan Britain yang mengharapkan agar kami berguna untuk bangsa dan mengabdi secara setia. Upacara hari ini ditutup dengan menyanyikan lagu kebangsaan negara kami, Hail Britain. bibir semua orang yang mengikuti upacara ini bergerak untuk menyanyikan lagu dengan penuh rasa setia dan keagungan. Sungguh suatu negara yang agung.

Begitu upacara selesai, Mr.Robson beserta Jean dan pengajar lainnya turun dari panggung upacara yang besar itu menuju ke kantor guru. Sepertinya mereka akan mengadakan perjamuan minum teh sehingga kami para siswa memiliki waktu luang selama setengah jam. Setelah mereka semua turun dari panggung, kami para pemimpin barisan yang lain membubarkan barisan setelah membeli hormat terlebih dahulu kepada bendera Britain.
Para siswa langsung berhamburan membubarkan barisannya seperti gerombolan semut yang melarikan diri dari semprotan pembasmi serangga. Kulihat Ren Misumi, seorang pengguna break pembaca pikiran tampak kebingungan diantara gerombolan siswa. Ia pasti kebingungan hendak pergi kemana, karena ia sekarang adalah siswa baru sekolahku. Aku ingin mengajaknya mengobrol sebentar dan mengantarnya ke kantor guru, tapi ku urungkan niatku. Aku tak mau ia besar kepala bahwa aku berusaha mendekatinya atau bahkan mengejar-ngejar dia. Lagipula ia seorang pembaca pikiran, pasti ia bisa membaca pikiran ratusan siswa disini untuk bertanya dimana letak kantor guru, jika ia tak berani bicara secara langsung terhadap siswa disini.
Share

NOVEL "BREAKERS" : CHAPTER FIVE

Rabu, 01 Januari 2014

Saat aku berusaha mengingat-ingatnya, ternyata aku pernah melihatnya di layar televisi.
jika tak salah ia adalah Pangeran Jean Pierre Harrison,
putra dari raja Britain ini...
yang selalu mengalahkan lawan bicaranya dalam sidang parlemen negara.
Ia mendapat julukan Manusia Nobel Perdamaian,
Si Juru Diplomatik!

Chapter 5 : The Ceremonial

Pangeran muda ini berpakaian begitu formal dalam menghadiri upacara untuk mengenang jasa pamannya. Ia mengenakan kemeja dan celana bahan panjang warna putih, dihiasi dengan bros lambang kehormatan kerajaan Britain yang terpasang rapi di kemejanya ini. Bila kuhitung, terdapat 10 bros lambang dari kerajaan dipakainya. Mengingat ia sudah berjasa bagi kerajaan Britain dalam hal diplomatik dengan negara-negara lain. Hal itulah yang membuatku kagum, diusianya yang sangat masih muda atau mungkin seumuranku, ia sudah berjasa besar bagi negara yang menganut sistem monarki ini. Seandainya aku menjadi dia, berambisi untuk mencapai kehidupan yang mewah pun tak ada gunanya lagi. Karena semua yang diinginkannya pasti sudah dimiliki.

Teriakan Shierly memecahkan lamunanku tentang si pangeran muda, ia memanggilku untuk menghampirinya di tenda panitia.
“Kemana saja kau Rowan? Seharusnya kau sudah disini sejak pukul tujuh tadi untuk latihan terakhir. Dan sekarang kau datang jam berapa, Rowan?” kata shierly sambil menunjukkan jam tangan pink nya kehadapanku.
Kulihat pipinya menggembung seperti cemberut. Namun itu sudah biasa. Meskipun ia marah , kemarahannya hanya sesaat karena aku tahu sifat Shierly sejak kecil. Hanya dengan minta maaf sambil tersenyum bodoh pasti aku dimaafkannya. Itu adalah jurus jitu untuk menghadapi Shierly yang sedang marah.
Share

NOVEL "BREAKERS" : CHAPTER FOUR

Senin, 23 Desember 2013

Betapa kagetnya aku, 
sebuah bongkahan batu kristal bewarna merah,
berkilauan seolah bintang yang baru saja jatuh kebumi.
Dibawah batu itu terdapat secarik kertas yang bertuliskan
“piece of Ifrit Stone”

Chapter 4 : Walking in The Silent

Kilauan batu merah ini sangat indah. Membuat setiap mata yang melihatnya ingin memiliknya. Bongkahan batu yang hanya selebar telapak tanganku itu kembali kubungkus dan kumasukan ke dalam tas ku agar tidak menimbulkan kecurigaan bagi orang lain. Gadis rambut panjang itu kini memperhatikanku .
“Apakah kau tahu batu itu? Itu batu yang sedang kucari. Untuk sementara ini kubiarkan kau menyimpannya.”
kuamati gadis itu dari atas hingga bawah. Seorang gadis yang berambut hitam panjang sepunggung, dengan poni yang menyamping kekiri tipis diatas matanya yang bertatapan tajam. Bila kuperhatikan wajah gadis ini, mungkin ia berasal dari Asia. Ia mengenakan seragam putih berkerah sailor dengan rok hitam diatas lututnya. Kaus kaki hitam yang panjang menutupi kakinya hingga lututnya. Penampilannya sama sekali tidak menunjukan bahwa ia menguasai ilmu beladiri,apalagi pembaca pikiran.
Share

NOVEL "BREAKERS" : CHAPTER THREE

Rabu, 11 Desember 2013


Tiba-Tiba-tiba mata kananku terasa panas seperti terbakar,
dan aku sedikit menjerit. Aku merasakan sesuatu yang berbeda.
Akhirnya kumiliki kekuatan Break. Kekuatan yang mengendalikan waktu.
Si penguasa dimensi waktu.
Breaking Time.

Chapter Three : Breaking Time

Rasa panas kini terpusat di mata kananku. Mataku terasa seperti menghirup semua api yang ada disekitarku. Rasa perih ini semakin menjadi-jadi, bahkan meneteskan airmata sedikitpun tak bisa kukeluarkan.untuk memadamkan api yang yang terasa penuh amarah ini. Selama bebrapa menit aku berteriak meronta-ronta sambil menutupi mata kananku dengan kedua telapak tanganku. Sedangkan mata kiriku meneteskan airmata, airmata penderitaan dari kesakitan yang kurasakan. Apakah ini konsekuensinya? Resiko yang kuambil untuk memenuhi ambisiku. Tetapi, kata gadis itu penderitaan yang kualami adalah penderitaan psikis, bukan penderitaan fisik seperti ini.

Akhirnya rasa panas dimataku mulai reda. Kucoba bekedip untuk melatih otot mataku apakah masih berfungsi atau tidak. Mataku masih normal. Saat kupandang sekelilingku, kulihat Tulo sedang duduk diatas kasur putih itu sambil tersenyum gembira, seperti tujuannya telah tercapai. Mungkin itu yang ada dipikiranku.
Share

NOVEL "BREAKERS" : CHAPTER TWO

Senin, 02 Desember 2013

Kekuatan apakah yang ada didalam diriku?
Apakah kekuatan yang dapat menghancurkan monster dengan sinar laser?
Atau kekuatan super yang dapat mengangkat pesawat dan melemparnya ke negara lain?
Semoga kekuatan yang ada didalam pintu itu cukup keren
dan bisa kugunakan untuk menghasilkan uang. 


CHAPTER TWO : The Other's in My Soul

Jantungku semakin berdegup kencang, ketika mendekati pintu tersegel itu. Tiap inchi aku mendekat, jantungku semakin berdetak kencang. Hanya suara detak jantungku yang terdengar diruangan ini. Kupejamkan mataku perlahan, kusentuh daun pintu yang terbelit oleh rantai besi itu. Sensasi panas terhantarkan keujung jariku saat kugenggam rantai besi itu. Tetapi lama – kelamaan panas rantai itu menjalar hingga keseluruh tubuhku. Mungkin rasanya seperti terbakar ditempat pembuatan besi baja dipabrik-pabrik yang sering kulihat di televisi. Karena tubuhku sudah merasa tak kuat dengan panas yang tak normal itu, rantai yang terbelit pada daun pintu itu kucabut paksa dan terbukalah pintu itu sedikit. “yes, akhirnya terbuka juga” gumamku dengan tawa kecil penuh kemenangan seperti memenangkan lomba tarik tambang. Dengan tanpa ragu kubuka pintu hitam itu dan kumasuki dengan sedikit berlari. Tetapi , saat aku masuk ke ruangan didalam pintu itu, diriku serasa pindah kesebuah ruangan lain, atau mungkin dimensi lain. Dimana, optik sensor di mataku hanya terlihat warna hitam gelap yang sangat pekat sekali. Apakah ini masih didalam jiwaku? Sungguh mengerikan bagiku apabila ruangan gelap ini benar-benar didalam jiwaku. Tiba-tiba kudengar suara orang tertawa, tertawa pelan namun terdengar angkuh. Tiba-tiba ruangan ini berubah lagi.
Share

NOVEL "BREAKERS" : CHAPTER ONE

Rabu, 27 November 2013

Ketika sebagian Manusia baru yang tak berdosa...
yang lahir dalam Kekacauan Dunia..
Diberkahi sebuah kekuatan Khusus..
Yang dapat Mengubah Alur Takdir Dunia..
Apakah itu sebuah keberuntungan?
Ataukah sebuah dosa yang harus diterima?
Kekuatan diatas kekuatan..
“BREAK”


oleh : GABRIEL SEBASTIAN
27-11-2013 

CHAPTER ONE: Hidden Potential


Alunan lagu itu, jelas terdengar di telingaku, entah sudah berapa kali aku mendengarnya. Meskipun hanya suara nada,suara wanita yang menyanyikan nada lagu itu sungguh begitu indah dan merdu. Namun alunan nada lagu itu hanya terdengar di dalam mimpiku. Cahaya matahari ini menyorot kedua mataku dari luar jendela. Membangunkan diriku yang masih tertidur dalam mimpi lagu indah itu. Kedua mataku masih terantuk, dan terpaksa membuatku mau tak mau harus bangun dari tidurku. Kembali lagi kerutinitasku yang biasa,bersekolah. Hal yang harus kulakukan setiap hari kecuali hari minggu dan hari libur lainnya. Ku bangun dari tidurku, kupandang cermin besar yang memperlihatkan otot tubuhku yang tak begitu kekar, dan juga tak begitu kurus. Normal. Yah, normal seperti yang kuinginkan. Kulihat jam dinding digitalku, menunjukkan pukul 7 pagi. Aku terdiam sejenak. Pukul 7 pagi? Bukankah hari ini hari senin? Ada upacara membosankan itu? Gawat! Hari ini aku memimpin barisan upacara itu! Kubergegas sikat gigi dan mencuci muka ku. Setelah memakai setelan seragam biru sekolahku, segera kuambil tas dan ponsel yang masih tergeletak disamping bantalku. Kuberlari keluar kamar dan tak lupa kukunci apartemen yang kutinggali sendiri. Udara di London pagi ini sangat dingin,padahal masih bulan Maret, tak ada tanda-tanda salju yang biasa muncul di sekitar bulan november.
Share